Kegiatan ini menjadi bentuk ungkapan rasa syukur yang mendalam dari masyarakat kepada Sang Pencipta atas segala kenikmatan yang telah diberikan. Melalui ritual tahunan ini, warga berharap kelak senantiasa diberikan limpahan rahmat yang tak terputus, mulai dari kesehatan, keamanan lingkungan agar dijauhkan dari maraknya gangguan bahaya, hingga kemudahan dalam bercocok tanam.
Kemeriahan acara memuncak saat prosesi arak-arakan gunungan hasil bumi yang megah dikirab mengelilingi wilayah RW 4. Rute kirab budaya tersebut berakhir di makam (punden) Mbah Abisai, tempat di mana doa bersama dipanjatkan sebelum gunungan hasil bumi tersebut dibagikan kepada masyarakat yang hadir.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Mojowarno, Tatag Yudianto, S.Sos., memberikan apresiasi yang sangat tinggi atas dedikasi warga. Beliau memuji bagaimana tradisi ini mampu menyatukan masyarakat RW 4 yang heterogen.
"Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini karena terbukti mampu mempersatukan masyarakat yang berbeda keyakinan dan agama. Dalam bersih desa dan sedekah bumi ini, semua bersatu padu. Terima kasih yang sebesar-besarnya untuk seluruh masyarakat RW 4," ungkap Tatag Yudianto.
Momen ini juga menjadi kesempatan penting bagi pelayanan publik desa. Kepala Dusun Mojowarno Satu yang baru saja terpilih, Fitria, memberikan sambutan sekaligus memperkenalkan diri secara resmi sebagai perangkat desa baru yang siap mengabdi bagi warga.(pns)
























.jpg)









Tidak ada komentar:
Posting Komentar