NAMA USAHA : MIE GOCEKAN
NAMA PRODUK : MIE GOCEKAN
NO WA : 0856-0707-7190
TAHUN BERDIRI : 2025
PEMASARAN : ON-SITE (DINE IN & TAKE AWAY)
MEDIA SOSIAL : Instagram @miegocekan.id
Usaha Mie Gocekan adalah usaha yang murni dirintis oleh Bapak Filipus secara mandiri bersama dengan Istrinya. Usaha ini bermula dari sistem open pre-order pada tahun 2020 dengan memanfaatkan tren mie kekinian dan juga memanfaatkan racikan Minyak Masak Sumber Tjahaya resep turun temurun dari keluarganya yang memiliki karakter cita rasa yang umami (gurih). Usaha Mie Gocekan ini mulai berkembang karena antusias pelanggan yang lumayan baik dengan kuantitas penjualan yang bisa tembus 70 - 80 porsi dalam 1 batch pre-order. Pak Filipus akhirnya berani membuka gerai sendiri di rumah pada tahun 2025, Pak Filipus menolak tawaran untuk membuka gerai Mie Gocekan di kecamatan lain pada awal masa perintisan brand Mie Gocekan karena merasa kurang efisien jika harus mondar - mandir.
“Ada tawaran untuk buka gerai gitu lah ya, tapi enggak di sini, di kecamatan lain. Kita pikir, wah kalau riwa-riwi ke sana juga lumayan. Terus akhirnya, ya sudahlah kita coba gimana kalau buat sendiri, buka sendiri di rumah. Akhirnya ya terbukalah ini.” Ujar Pak Filipus saat diwawancarai.
Awal mula pemilihan nama "Gocekan" dicetuskan oleh sang istri untuk menyiasati agar merek usaha mereka tidak sama persis dengan nama-nama yang sudah ada di pasaran, walaupun makna filosofis mendalamnya hanya istri Pak Filipus yang tahu.
Dari segi operasional, usaha Mie Gocekan mengalami dinamika naik-turun penjualan yang masih dalam batas wajar, namun grafiknya dipastikan masih sangat aman dan positif. Perihal teknik pengolahannya, sebenarnya sama saja seperti pembuatan mie pada umumnya, mengingat bahan baku mie mentahnya juga masih berasal dari luar (tidak produksi sendiri), tetapi yang menjadi senjata rahasianya adalah campuran minyak racikan mereka sendiri yang membuat cita rasa Mie Gocekan terasa berbeda. Menurut Pak Filipus, brand image dan kepuasan pelanggan merupakan prioritas dan pedoman yang selalu diutamakan. Pak Filipus lebih memilih untuk menolak tawaran ikut pameran atau acara besar (seperti unduh-unduh di Jombang) karena sadar bahwa proses masak Mie Gocekan memakan waktu yang lama. Daripada pelanggan antre terlalu lama dan akhirnya kecewa, Pak Filipus memilih memprioritaskan kualitas pelayanan di kedai pribadi.
“Sebenarnya kita sudah pernah ikut ya, tapi pada saat kita buka ada pameran satu kali dan juga ada tawaran juga untuk mengisi di Jombang sendiri di acara unduh-unduh itu ya. Cuma kita pikir ulang, belajar dari pengalaman, akhirnya kita memutuskan untuk "oh enggak dulu" karena itu Riskan ya. Karena kan kalau bikin mie itu butuh waktu, takes time. Nah ini, ketika dipamerkan, pembelinya banyak dan menunggu cukup lama, itu nanti juga berpengaruh juga sama brand kita. Daripada mengorbankan pelanggan, mending dipikir-pikir dulu.” Ungkap Pak Filipus terkait tawaran pameran UMKM untuk Produknya.
Pak Filipus berharap agar usaha ini bisa semakin berkembang, dan pastinya bisa membuka banyak lapangan pekerjaan demi menjadi saluran berkah bagi orang lain. Dalam usahanya, Pak Filipus dan Partnernya mengutamakan inovasi menu dan pengembangan brand image demi memenuhi ekspektasi dan kepuasan konsumen. Melalui inovasi berbagai macam menu mulai dari dimsum, minuman, dan grill selain menu utama Mie Gocekan yang memiliki 2 varian; Salty dan Sweety. Mie Gocekan memiliki tagline andalan mereka: "Gocekan dulu baru ngobrol."






















.jpg)









Tidak ada komentar:
Posting Komentar