(MOJOWARNO, 8 Juli 2026) Pemerintah Desa Mojowarno bersama seluruh elemen masyarakat menggelar rangkaian kegiatan Bersih Desa yang berlangsung selama tiga hari berturut-turut, mulai tanggal 9 hingga 11 Juli 2026, bertempat di Balai Desa Mojowarno. Tradisi tahunan ini menjadi momentum penting bagi warga untuk bersyukur sekaligus melestarikan adat leluhur.
Rangkaian kegiatan diawali pada hari pertama, Kamis (09/07/2026), dengan prosesi nyekar (ziarah kubur) ke makam para tokoh pendahulu desa. Ziarah dimulai dari makam Mbah Abisai, tokoh sentral yang membuka dan merintis babat alas Desa Mojowarno. Rombongan kemudian melanjutkan ziarah ke makam Mbah Troyowongso di makam umum desa tempat para leluhur disemayamkan, selanjutnya ke makam Mbah Morojoyo, di Sidoluwih.
Pada hari kedua, Jumat (10/07/2026), nuansa toleransi beragama begitu kental terasa melalui pelaksanaan doa bersama. Kegiatan doa diawali oleh warga umat Kristen pada sore hari pukul 16.00 WIB. Selanjutnya pada malam hari pukul 19.30 WIB, giliran warga umat Islam yang menggelar doa bersama, yang kemudian dilanjutkan dengan ceramah agama oleh Hj. Siti Masitoh, S.Ag., M.Pd.I.
Puncak acara Bersih Desa Mojowarno akan berlangsung pada hari ketiga, Sabtu (11/07/2026). Warga akan dihibur dan diajak merenungkan filosofi hidup lewat pagelaran wayang kulit semalam suntuk yang dibawakan oleh dalang kondang, Ki Heru Cahyono, S.Sn.
Kepala Desa Mojowarno, Tatag Yudianto, S.Sos., menegaskan bahwa Bersih Desa merupakan agenda rutin tahunan yang wajib dijaga kelestariannya oleh generasi penerus.
"Melalui kegiatan ini, kita berharap mendapatkan berkah dari Yang Maha Kuasa. Semoga seluruh warga Desa Mojowarno senantiasa diberikan kesehatan lahir dan batin, diluaskan rezekinya, dimudahkan segala urusannya, serta dijauhkan dari marabahaya maupun gangguan, baik yang bersifat fisik maupun nonfisik," tutur Tatag Yudianto.(pns)




















.jpg)









Tidak ada komentar:
Posting Komentar