![]() |
| Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2026 |
(Mojowarno, 31 Juli 2026) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 13 Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur melaksanakan program “Dari Dapur ke Kebun” melalui sosialisasi dan praktik pembuatan Eco Enzyme serta pengenalan Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa hidroponik berbasis galon bekas. Kegiatan ini diselenggarakan di Lapangan Badminton Balai Desa Mojowarno dan diikuti oleh Ibu-Ibu PKK sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi produk yang bernilai guna dan ramah lingkungan.
Kegiatan ini diawali dengan sosialisasi mengenai Eco Enzyme yang menghadirkan Ibu Puspita Aring Wilis atau kerap disapa Ibu Riring sebagai Narasumber. Ibu Riring dipilih sebagai narasumber karena memiliki pengalaman dalam memproduksi dan memanfaatkan Eco Enzyme untuk berbagai kebutuhan rumah tangga. Ibu Riring merupakan salah satu anggota PKK RW 04 yang aktif dalam pembuatan Eco Enzyme. Pengalaman tersebut didasari oleh banyaknya manfaat Eco Enzyme, sehingga beliau secara rutin mengolah limbah organik menjadi produk yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam sesi ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai manfaat, bahan, dan tahapan pembuatan Eco Enzyme, kemudian dilakukan praktek pembuatan Eco Enzyme.
![]() |
| Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2026 |
Sebagai bentuk pemanfaatan hasil fermentasi, peserta juga diperkenalkan pada berbagai produk turunan Eco Enzyme berupa sabun cuci piring berbahan dasar Eco Enzyme. Produk tersebut dibuat oleh kelompok yang kemudian dibagikan kepada peserta sebanyak satu botol sabun cuci piring dan juga diberikan satu botol Eco Enzyme hasil produksi Ibu Riring. Hal ini menunjukkan potensi pengembangan produk rumah tangga yang lebih ramah lingkungan. Selain dijadikan sebagai produk cuci piring, Eco Enzyme juga dapat dimanfaatkan sebagai deterjen, perbengkelan, obat kulit, dan semua masalah bau.
Setelah sesi sosialisasi Eco Enzyme, kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa hidroponik sederhana berbasis galon bekas yang diberi nama HIMO-13 (Hidroponik Mojowarno 13). Teknologi ini merupakan inovasi yang dirancang oleh mahasiswa KKN Kelompok 13 dengan memanfaatkan galon bekas sebagai wadah instalasi hidroponik yang praktis dan ramah lingkungan. Pemilihan galon bekas sebagai wadah instalasi hidroponik didasarkan pada kemudahan dalam memperoleh bahan, biaya yang relatif murah, serta sebagai upaya mengurangi limbah plastik.
Dalam sesi tersebut, mahasiswa menjelaskan konsep dasar hidroponik, keuntungan, pemanfaatan hasil panen, serta tahapan pembuatan instalasi hidroponik sederhana. Sebagai implementasi program, tim KKN menyerahkan empat unit HIMO-13, dengan pembagian dua unit untuk masing-masing RW dan dua unit lainnya diserahkan kepada perwakilan ibu-ibu PKK sebagai media pembelajaran dan praktik budidaya sayuran secara mandiri. Setiap unit dilengkapi dengan label berisi kode QR yang dapat dipindai untuk mengakses materi hidroponik, brosur edukasi, serta panduan pembuatan dan perawatan instalasi hidroponik, sehingga adanya kode QR dapat memudahkan masyarakat dalam memperoleh informasi dan melakukan hidroponik secara mandiri.
Melalui program “Dari Dapur ke Kebun”, Mahasiswa KKN Kelompok 13 berharap masyarakat dapat mengoptimalkan pemanfaatan limbah rumah tangga, baik limbah organik maupun anorganik, menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat. Eco Enzyme mengolah limbah organik dapur menjadi produk multifungsi, sedangkan hidroponik berbasis galon bekas memanfaatkan limbah plastik sebagai media budidaya tanaman. Kedua program tersebut menjadi wujud penerapan prinsip reuse dalam mendukung gaya hidup yang lebih berkelanjutan, serta mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan, meningkatkan perekonomian masyarakat, dan ketahanan pangan rumah tangga.
Ditulis oleh:
Divisi Humas KKN Kelompok 13 Desa Mojowarno Kabupaten Jombang





















.jpg)









Tidak ada komentar:
Posting Komentar