(MOJOWARNO, 28/07/2026) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 13 UPN "Veteran" Jawa Timur sukses menggelar pelatihan tata kelola administrasi dan pelaporan keuangan bagi pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Enggal Makmur di Desa Mojowarno pada Selasa, 28 Juli 2026.
Kegiatan strategis ini menggandeng langsung manajemen BUMDes setempat dan menghadirkan seluruh jajaran pengurus sebagai peserta aktif. Langkah ini diambil guna membangkitkan kembali potensi ekonomi desa melalui manajemen internal yang lebih sehat dan modern.
Perjalanan Pasang Surut BUMDes Enggal MakmurBUMDes Enggal Makmur Mojowarno memiliki rekam jejak perjalanan yang cukup panjang:
- Tahun 2014: Resmi didirikan untuk pertama kali.
- Tahun 2015: Operasional terhenti secara total.
- Tahun 2020: Terbentuk kembali kepengurusan baru.
- Kondisi Terkini: Roda organisasi dan usaha dinilai masih berjalan kurang optimal.
Direktur BUMDes Enggal Makmur Erwanto menyampaikan terima kasih kepada Mahasiswa KKN kelompok 13 UPN "Veteran" Jawa Timur yang telah mengadakan Pelatihan Tata Kelelola administrasi dan pelaporan keuangan BUMDes. disamping itu disampaikan pula keadaan BUMDes saat ini, dengan harapan dapat masukan positif untuk kemajuan BUMDes Enggal Makmur Mojowarno.
Harapan Kepala Desa
Kepala Desa Mojowarno, Tatag Yudianto, S.Sos., menyambut baik dan menaruh harapan besar pada inisiatif mahasiswa KKN UPN "Veteran" Jawa Timur ini. Melalui pelatihan ini, beliau berharap para pengurus mendapatkan: Dukungan moral dan penyegaran semangat kerja. Wawasan baru mengenai ilmu tata kelola BUMDes yang benar. Arah baru agar BUMDes Enggal Makmur dapat berjalan optimal dan lebih eksis di masa depan.
Urgensi SOP dan Digitalisasi BUMDes
Hadir sebagai narasumber utama, Anisa Fitria Utami, S.E., M.E. Dosen UPN "Veteran" Jawa Timur yang juga selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), menekankan dua poin krusial yang wajib dimiliki oleh BUMDes di era modern yaitu Pertama, Standard Operating Procedure (SOP): Regulasi internal ini wajib ada sebagai landasan operasional dan payung hukum yang melindungi pengurus jika terjadi hal-masing yang tidak diinginkan di kemudian hari. Kedua, Digitalisasi: Pengurus BUMDes dituntut untuk melek teknologi dan mengadopsi sistem digital guna transparansi pelaporan keuangan serta efisiensi administrasi.
Pelatihan ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif, di mana para pengurus BUMDes Enggal Makmur berkonsultasi langsung mengenai kendala teknis pencatatan keuangan yang selama ini mereka hadapi di lapangan, Foto bersama dan penyerahan Sertifikat Nara Sumber.(pns)

























.jpg)









Tidak ada komentar:
Posting Komentar